PURWAKARTA – Kebakaran melanda area kebun bambu di Kampung Karajan RT 01 RW 02, Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Minggu (30/08/2026), sekitar pukul 15.30 WIB.
Babinsa Desa Nangewer Koramil 1903/Darangdan Kodim 0619/Purwakarta, Serka Ade Suherman, melaporkan kejadian tersebut dan segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan di lokasi.
Penanganan dilakukan guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman maupun lahan warga lainnya. Kondisi musim kemarau membuat rerumputan dan material kering lebih mudah terbakar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Wilayah 2 Wanayasa Jujun, S.E., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi cuaca yang kering dapat menyebabkan api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan, ” ujar Jujun.
Danru 2 Pemadam Kebakaran Tedi menegaskan pentingnya laporan cepat dari masyarakat ketika menemukan titik api. “Apabila masyarakat melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas pemadam kebakaran. Informasi yang cepat sangat membantu kami dalam melakukan penanganan sehingga api tidak semakin meluas, ” katanya.
Danramil 1903/Darangdan Kapten Kav Unang Sunarya mengapresiasi kesigapan Babinsa dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. “Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat dan responsif terhadap setiap kejadian di wilayah. Sinergi dengan Damkar, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci dalam penanganan bencana, termasuk kebakaran lahan, ” tegasnya.
Komandan Kodim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., menekankan pentingnya pencegahan untuk menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. “Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Babinsa akan terus melakukan komunikasi sosial dan sosialisasi kepada warga terkait pencegahan kebakaran, ” ujarnya.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., mengatakan kesiapsiagaan aparat kewilayahan sangat penting dalam menghadapi potensi bencana. “Deteksi dini, cegah dini, dan respons cepat harus terus dilakukan. Sinergi seluruh komponen menjadi kekuatan utama dalam memberikan rasa aman serta melindungi masyarakat dari dampak bencana, ” katanya.
Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi wilayah dan keselamatan masyarakat. “TNI harus selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat. Tingkatkan kesiapsiagaan, perkuat sinergi dengan seluruh instansi, serta terus berikan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran, khususnya pada musim kemarau, ” tegasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pembakaran sampah maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran lahan dan hutan. (PERS)

Updates.